RAYON AL-KINDI — Ruang diskusi Sekretariat Rayon Alkindi Komisariat Universitas Islam Malang, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (15/10) malam, dipenuhi percakapan tentang satu hal yang kerap ditinggalkan mahasiswa: membaca buku. Dalam kegiatan rutin Diskusi Literasi yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga selesai, kader Rayon Alkindi bersama-sama membahas pentingnya membaca, cara jatuh cinta pada buku, serta upaya menghidupkan kembali kebiasaan membaca yang sempat terhenti saat memasuki perkuliahan.
Kegiatan ini menghadirkan Hayat Abdurrahman, S.Pd., sebagai pemateri sekaligus pemantik diskusi. Hayat merupakan demisioner Rayon Alkindi dan pernah menjabat sebagai Ketua PMII Komisariat Universitas Islam Malang periode 2024-2025. Ia juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan membaca di Kota Malang. Kehadirannya menjadi ruang bagi kader untuk berbagi pengalaman sekaligus mencari jalan keluar dari kebiasaan membaca yang mulai ditinggalkan.
Diskusi dimoderatori oleh kader Rayon Alkindi, Sahabat Mursyidi. Tidak berlangsung sebagai ceramah satu arah, sesi ini justru menjadi ruang terbuka ketika para peserta menyampaikan pengalaman pribadi, kendala, dan persoalan di lingkungan sekitar terkait membaca. Mulai dari kesulitan menemukan waktu, tergoda oleh gawai, hingga kehilangan kebiasaan membaca yang dulu rutin dilakukan pada masa sekolah.

Dalam paparannya, Hayat menegaskan bahwa membaca bukan kegiatan yang harus selalu dimulai dari buku tebal atau waktu yang panjang. Ia mengajak peserta memulai dari langkah sederhana, seperti membaca sesuai minat, menentukan waktu yang konsisten, dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian. Menurutnya, kecintaan pada membaca tumbuh ketika seseorang berani memulai, bukan menunggu suasana atau mood yang pas.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Rayon Alkindi untuk merawat budaya literasi di kalangan kader. Melalui ruang diskusi rutin, kader diharapkan tidak hanya kembali gemar membaca, tetapi juga terbiasa berpikir kritis, bertukar gagasan, dan menuliskan pemikirannya sebagai bentuk kontribusi nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat. Budaya membaca, berdiskusi, dan menulis memang menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas kader PMII.
Penulis: Mursyidi
Editor: Putri Haerun Nisa